Perkuat Kapasitas Produksi, Yayasan Jalur Positif Tawarkan Skema B2B Pengadaan Mesin CNC bagi Anggota FIC Jateng
![]() |
| Pandu Wedha Kusuma - Wakil Ketua Yayasan Jalur Positif |
SEMARANG – Industri florist di Jawa Tengah kini memasuki fase akselerasi produksi. Menanggapi tingginya permintaan pasar yang menuntut kecepatan layanan, Yayasan Jalur Positif menjalin sinergi strategis dengan Florist Indonesia Community (FIC) DPW Jawa Tengah dalam hal pengadaan mesin produksi CNC Cutting Stereofoam.
Acara yang digelar di Hotel Noormans Semarang pada tanggal 16 Desember 2025 ini bertujuan untuk memberikan solusi bagi para pengusaha bunga yang ingin menambah armada mesin produksinya guna mengejar efisiensi waktu dan volume pesanan.
Menjawab Tantangan "Overload" Produksi
Meskipun teknologi CNC cutting bukan lagi hal asing di kalangan anggota FIC, kebutuhan akan penambahan unit mesin menjadi urgensi tersendiri. Seiring dengan pulihnya sektor event dan meningkatnya apresiasi masyarakat terhadap karangan bunga papan, banyak florist yang mulai kewalahan melayani pesanan dengan jumlah mesin yang terbatas.
Pandu Wedha Kusuma, Wakil Ketua Yayasan Jalur Positif, dalam paparannya menjelaskan bahwa program ini dirancang khusus untuk memfasilitasi para florist yang ingin melakukan ekspansi kapasitas produksi tanpa harus terbebani oleh kendala likuiditas di awal.
"Kami menyadari bahwa rekan-rekan di FIC sudah sangat familiar dengan mesin CNC. Masalahnya sekarang bukan lagi 'bagaimana cara pakainya', tapi 'bagaimana menambah jumlah mesin' agar proses produksi tidak antre lama. Melalui simulasi program Business to Business (B2B) yang kami tawarkan, kami ingin mempermudah akses pengadaan mesin tambahan dengan skema yang sangat bersahabat bagi kas perusahaan," jelas Pandu.
Sinergi B2B: Solusi Ekspansi Tanpa Beban
Dalam sesi simulasi, Jalur Positif membedah skema kerja sama yang memungkinkan anggota FIC memiliki mesin CNC tambahan melalui sistem kemitraan. Skema ini mencakup jaminan ketersediaan unit, layanan purna jual yang terintegrasi, hingga kemudahan dalam proses pembiayaan yang disesuaikan dengan arus kas pengusaha bunga.
Langkah ini dipandang sebagai solusi cerdas bagi UMKM kreatif untuk meningkatkan output harian mereka secara instan. Dengan menambah mesin, satu toko bunga yang biasanya hanya mampu memproduksi 10-15 papan sehari, diharapkan bisa meningkat dua kali lipat dengan kualitas potongan stereofoam yang tetap presisi dan rapi.
Sambutan Positif dari Ketua FIC DPW Jateng
Ketua FIC DPW Jawa Tengah, Okti Prastiyono, menyatakan kegembiraannya atas inisiatif ini. Ia mengakui bahwa tantangan utama anggotanya saat ini adalah kecepatan.
"Di dunia florist sekarang, siapa yang paling cepat, dia yang menang. Mesin CNC sudah menjadi standar di tempat kami, namun banyak anggota yang merasa butuh tambahan mesin karena kapasitas produksi yang sudah maksimal (full capacity). Penawaran dari Yayasan Jalur Positif ini sangat tepat momentumnya," ujar Okti.
Okti juga menambahkan bahwa pihaknya akan segera melakukan sosialisasi kepada seluruh anggota di wilayah Jawa Tengah untuk mendata kebutuhan penambahan mesin ini. "Ini adalah peluang bagi anggota kami untuk memperbesar skala bisnisnya dengan dukungan dari Jalur Positif," tambahnya.
Inisiasi dari Praktisi untuk Praktisi
Program ini lahir dari pemikiran Irwanadi Churrochman, Ketua Umum Yayasan Jalur Positif. Sebagai pemilik Adiva Florist dan anggota aktif FIC, Irwanadi merasakan sendiri bagaimana mesin CNC menjadi tulang punggung produksi papan bunga modern.
"Sebagai sesama praktisi, saya tahu persis bahwa satu mesin CNC seringkali tidak cukup saat musim pernikahan atau acara besar tiba. Inisiatif ini adalah bentuk dukungan saya dan Yayasan Jalur Positif agar teman-teman sejawat di FIC bisa tumbuh bersama, memiliki alat produksi yang mumpuni tanpa harus kesulitan di sisi pengadaan," ungkap Irwanadi.
Menuju Ekosistem Florist Modern
Pertemuan di Hotel Noormans ini menjadi langkah awal dari kerja sama jangka panjang. Dengan bertambahnya populasi mesin CNC di bengkel-bengkel bunga di Jawa Tengah, diharapkan standarisasi kualitas produk tetap terjaga sementara kecepatan pengiriman meningkat secara signifikan.
Kegiatan ditutup dengan diskusi teknis mengenai spesifikasi mesin terbaru yang ditawarkan, yang diklaim memiliki kecepatan potong lebih stabil dan durabilitas lebih tinggi untuk operasional 24 jam.
