Revolusi "Titen": Yayasan Jalur Positif Bawa Inovasi Teknologi Pertanian ke Panggung Utama Gebyar Tani Merdeka

Dipublikasikan pada November 30, 2025 oleh Yayasan Jalur Positif

Atas: Tim Jalur Positif berfoto bersama Wamentan.
Bawah: Ketua Umum Jalur Positif Irwanadi Churrochman bersama Gubernur Jateng

Suasana Gelanggang Olahraga (GOR) Jatidiri Semarang pada hari ini tampak berbeda dari biasanya. Ribuan petani, penyuluh, dan penggiat sektor agraris dari berbagai pelosok Jawa Tengah memadati area untuk menghadiri perhelatan akbar Gebyar Tani Merdeka Jawa Tengah. Di tengah hiruk-pikuk semangat kedaulatan pangan tersebut, hadir sebuah delegasi yang menarik perhatian banyak pihak: Yayasan Jalur Positif.

Kehadiran yayasan asal Magelang ini bukan sekadar sebagai tamu undangan, melainkan membawa misi besar untuk memperkenalkan "Titen", sebuah konsep teknologi pertanian modern yang lahir dari riset mendalam dan kearifan lokal. Puncaknya, tim Jalur Positif berkesempatan berdialog langsung dengan dua tokoh penting, yakni Wakil Menteri Pertanian Republik Indonesia, Sudaryono, dan Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi.

Pertemuan Strategis: Masa Depan Tani di Tangan Teknologi

Dalam pertemuan di sela-sela acara, tim inventor Jalur Positif yang digawangi oleh Patra Agung Wirayuda dan Pandu Wedha Kusuma memaparkan visi di balik lahirnya Titen. Di hadapan Wamen Pertanian Sudaryono, mereka menjelaskan bahwa Titen bukan sekadar alat, melainkan sebuah ekosistem berbasis data untuk membantu petani mengambil keputusan yang lebih presisi.

"Kami ingin petani tidak lagi hanya menebak-nebak cuaca atau kondisi tanah secara manual. Titen hadir sebagai jembatan antara kearifan lokal 'niteni' (mengamati) dengan kecanggihan teknologi sensor dan data analitik," ujar Patra Agung Wirayuda saat memberikan penjelasan singkat.

Mendengar paparan tersebut, Wamen Pertanian Sudaryono memberikan apresiasi tinggi. Beliau menekankan bahwa transformasi digital di sektor pertanian adalah harga mati jika Indonesia ingin mencapai swasembada pangan. Sementara itu, Gubernur Ahmad Luthfi juga menyatakan ketertarikannya terhadap konsep ini, mengingat Jawa Tengah merupakan lumbung pangan nasional yang membutuhkan efisiensi tinggi dalam pengelolaan lahan.

Mengenal "Titen": Dari Pengamatan Menuju Digitalisasi

Nama "Titen" diambil dari istilah dalam bahasa Jawa, niteni, yang berarti kemampuan untuk mengenali pola dari pengalaman dan pengamatan yang berulang. Secara historis, petani Jawa dikenal sangat kuat dalam aspek ini melalui Pranata Mangsa. Namun, dengan adanya perubahan iklim yang ekstrem, cara-cara tradisional mulai menghadapi tantangan besar.

Di sinilah peran Patra Agung Wirayuda dan Pandu Wedha Kusuma sebagai inventor. Mereka melakukan digitalisasi terhadap pola-pola alam tersebut. Titen dikembangkan sebagai teknologi yang mampu memantau kelembapan tanah, suhu lingkungan, hingga kebutuhan nutrisi tanaman secara real-time.

Keunggulan Utama Konsep Titen:

  1. Presisi: Memberikan data akurat mengenai kapan harus memupuk dan menyiram, sehingga mengurangi pemborosan material.

  2. Aksesibilitas: Dirancang agar mudah dioperasikan oleh petani dari berbagai kalangan usia.

  3. Kemandirian: Mendorong petani untuk memiliki kedaulatan atas data lahan mereka sendiri.

Ketajaman inovasi ini pun sudah teruji di level daerah. Titen telah menyabet penghargaan bergengsi dalam ajang Walikota Award Kota Magelang. Penghargaan tersebut menjadi bukti validasi bahwa Titen memiliki nilai guna yang nyata dan potensi implementasi yang luas, tidak hanya di pedesaan tetapi juga dalam konsep urban farming.

Kiprah Yayasan Jalur Positif

Yayasan Jalur Positif sendiri dikenal sebagai wadah yang konsisten bergerak di bidang pemberdayaan masyarakat melalui pendidikan dan teknologi tepat guna. Kehadiran mereka di Semarang menjadi momentum penting untuk memperluas jejaring kolaborasi.

Pandu Wedha Kusuma menambahkan bahwa dukungan dari pemerintah, baik pusat maupun daerah, sangat krusial. "Kehadiran Bapak Wamen dan Bapak Gubernur memberikan energi baru bagi kami. Kami berharap Titen bisa diuji coba secara lebih masif di berbagai lahan pertanian di Jawa Tengah agar manfaatnya segera dirasakan oleh saudara-saudara tani kita," ungkapnya.

Menuju Kedaulatan Pangan 2025

Acara Gebyar Tani Merdeka ini menjadi tonggak sejarah bagi Jalur Positif. Dengan membawa semangat kolaborasi antara pemerintah, inventor, dan praktisi lapangan, harapan untuk melihat sektor pertanian Indonesia bangkit menjadi lebih modern dan sejahtera tampak kian nyata.

Titen bukan sekadar perangkat elektronik atau sekumpulan kode pemrograman; ia adalah simbol kebangkitan intelektualitas pemuda daerah yang peduli pada nasib tanah airnya. Dari Magelang untuk Jawa Tengah, dan dari Jawa Tengah untuk Indonesia, Titen siap menjadi garda terdepan dalam revolusi hijau jilid baru.