Mengetuk Pintu Langit Lewat Literasi Religi: Yayasan Jalur Positif Salurkan 50 Al-Qur'an ke MI Miftakhut Tolibin Magelang
MAGELANG – Pendidikan karakter dan penguatan nilai-nilai religiusitas sejak dini menjadi pilar utama dalam membangun generasi masa depan yang tangguh. Menyadari pentingnya ketersediaan sarana ibadah dan belajar yang layak, Yayasan Jalur Positif kembali menunjukkan komitmen sosialnya melalui aksi nyata di pelosok Kabupaten Magelang.
Di bawah kepemimpinan Irwanadi Churrochman, Yayasan Jalur Positif menggelar kegiatan bakti sosial berupa penyerahan 50 paket Al-Qur’an yang ditujukan bagi para santri dan siswa di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Miftakhut Tolibin, Desa Bandarsedayu, Kecamatan Windusari, Kabupaten Magelang. Kegiatan ini menjadi oase bagi madrasah yang terletak di kaki Gunung Sumbing tersebut dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran baca tulis Al-Qur'an.
Menembus Batas demi Syiar Islam
Kecamatan Windusari dikenal dengan lanskap perbukitannya yang asri namun memiliki tantangan geografis tersendiri. Namun, hal tersebut tidak menyurutkan langkah tim Yayasan Jalur Positif untuk menyambangi MI Miftakhut Tolibin. Penyerahan bantuan ini bukan sekadar seremonial belaka, melainkan sebuah gerakan literasi religi yang berkelanjutan.
Ketua Yayasan Jalur Positif, Irwanadi Churrochman, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja yayasan yang berfokus pada bidang sosial-keagamaan dan pendidikan. Menurutnya, ketersediaan mushaf Al-Qur'an yang layak seringkali menjadi kendala di madrasah-madrasah pelosok karena keterbatasan anggaran maupun akses.
"Kami melihat bahwa MI Miftakhut Tolibin memiliki semangat belajar yang luar biasa dari para siswanya. Namun, ketersediaan fasilitas penunjang seperti Al-Qur'an yang layak pakai masih perlu didukung. Oleh karena itu, Yayasan Jalur Positif hadir untuk menjembatani kebutuhan tersebut," ujar Irwanadi di sela-sela kegiatan.
Harapan Baru bagi MI Miftakhut Tolibin
MI Miftakhut Tolibin di Desa Bandarsedayu selama ini menjadi tumpuan bagi masyarakat sekitar untuk menitipkan pendidikan dasar anak-anak mereka, terutama dalam aspek pendidikan agama Islam. Kedatangan bantuan 50 paket Al-Qur'an ini disambut dengan antusiasme tinggi oleh pihak sekolah, para siswa, dan wali murid.
Kepala Madrasah MI Miftakhut Tolibin mengungkapkan rasa syukur yang mendalam atas perhatian yang diberikan oleh Yayasan Jalur Positif. Ia menyebutkan bahwa selama ini beberapa siswa harus bergantian menggunakan Al-Qur'an yang kondisinya sudah mulai usang.
"Bantuan ini sangat berarti bagi kami. Dengan adanya 50 paket Al-Qur'an baru ini, setiap anak kini bisa memegang mushafnya sendiri saat jam pelajaran agama maupun saat kegiatan tadarus bersama. Ini tentu meningkatkan motivasi mereka untuk menghafal dan memahami isi kandungan Al-Qur'an," ungkapnya penuh haru.
Filosofi "Jalur Positif" dalam Pemberdayaan Masyarakat
Nama "Jalur Positif" bukan sekadar label bagi yayasan ini. Irwanadi Churrochman menjelaskan bahwa yayasan yang ia pimpin memiliki visi untuk menciptakan rantai kebaikan yang tidak terputus. Dengan memberikan bantuan Al-Qur'an, yayasan berharap pahala jariyah akan terus mengalir, baik bagi pengurus, donatur, maupun para pendidik yang mengajarkannya.
"Kami ingin setiap langkah yang diambil yayasan selalu berada di jalur yang positif, jalur yang membawa manfaat nyata bagi umat. Al-Qur'an adalah kompas hidup. Jika kita membekali anak-anak kita dengan kompas ini sejak dini, insya Allah masa depan bangsa ini akan lebih terang," tambah Irwanadi.
Program pembagian Al-Qur'an ini juga merupakan respons terhadap data lapangan yang menunjukkan bahwa kebutuhan akan kitab suci di wilayah pedesaan Magelang masih cukup tinggi. Yayasan Jalur Positif menargetkan sekolah-sekolah dan taman pendidikan Al-Qur'an (TPQ) yang minim mendapatkan bantuan dari pihak luar.
Sinergi dengan Nilai Lokal dan Semangat Gotong Royong
Kegiatan yang merujuk pada laporan Magelang Ekspress ini menyoroti bagaimana kolaborasi antara lembaga sosial dan institusi pendidikan dapat mempercepat pemerataan kualitas pendidikan. Di Kabupaten Magelang, semangat gotong royong masih sangat kental, dan kehadiran Yayasan Jalur Positif memperkuat ekosistem tersebut.
Selain penyerahan paket Al-Qur'an, tim yayasan juga menyempatkan diri untuk berdialog dengan para guru mengenai tantangan pendidikan di era digital bagi anak-anak di desa. Irwanadi menekankan bahwa meskipun teknologi berkembang pesat, fondasi spiritual tidak boleh goyah.
"Anak-anak boleh melek teknologi, tapi hati mereka harus tetap terpaut pada masjid dan Al-Qur'an. Itulah benteng pertahanan terakhir moralitas generasi kita," tegasnya.
Dampak Jangka Panjang: Mencetak Generasi Qur'ani
Pemberian 50 paket Al-Qur'an ini diharapkan memberikan dampak domino. Pertama, meningkatkan literasi Al-Qur'an di tingkat sekolah dasar. Kedua, meringankan beban ekonomi orang tua siswa yang tidak perlu lagi membeli mushaf baru. Ketiga, memperkuat posisi MI Miftakhut Tolibin sebagai lembaga pendidikan Islam yang kredibel di Windusari.
Siswa-siswi MI Miftakhut Tolibin tampak ceria saat menerima mushaf baru dengan desain yang menarik dan cetakan yang jelas. Bagi mereka, Al-Qur'an baru tersebut adalah hadiah istimewa yang akan menemani hari-hari mereka menuntut ilmu.
Komitmen Berkelanjutan Yayasan Jalur Positif
Penyerahan bantuan di Bandarsedayu ini bukanlah titik akhir. Irwanadi Churrochman menegaskan bahwa Yayasan Jalur Positif akan terus memetakan wilayah-wilayah lain di Jawa Tengah, khususnya Kedu dan sekitarnya, yang membutuhkan sentuhan bantuan serupa.
"Ini adalah langkah kecil dari rangkaian perjalanan panjang kami. Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut serta dalam jalur kebaikan ini. Masih banyak madrasah dan TPQ yang membutuhkan uluran tangan kita," pungkas Irwanadi.
Kegiatan ini ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh tokoh agama setempat, memohon keberkahan bagi para donatur dan kelancaran proses belajar mengajar di MI Miftakhut Tolibin. Momentum ini menjadi bukti nyata bahwa kepedulian sosial, sekecil apa pun bentuknya, mampu memberikan harapan besar bagi mereka yang membutuhkan.
Dengan berakhirnya kegiatan di Windusari, Yayasan Jalur Positif kembali membuktikan bahwa jalur menuju kebaikan selalu terbuka lebar bagi siapa saja yang memiliki niat tulus untuk berbagi. Magelang kembali mencatat satu cerita inspiratif tentang bagaimana Al-Qur'an menyatukan hati dan membangun peradaban dari tingkat desa.
